Rabu, 08 April 2015

PENGENALAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI ICT (Melalui Media Elektronik Dan Internet)



PENGENALAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI ICT
      ICT (Information and Communication Technology) atau dalam bahasa Indonesia disebut TIK (Teknologi Infomasi dan Komunikasi) bukan lagi hal yang asing di pendengaran kita. TIK adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Berbicara mengenai TIK yang terlintas dalam pemikiran kita salah satunya adalah komputer. Komputer adalah alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diinstruksikan dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dsb), biasanya terdiri dari unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrol.  Komputer memang berkaitan erat dengan TIK. 
     Komputer sebagai peralatan  TIK memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai media :
*      Informasi
*      Komunikasi
*      Transaksi
*      Hiburan
MODEL PEMBELAJARAN ICT MELALUI MEDIA ELEKTRONIK
     Model pembelajaran mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan belajar mengajar guna untuk menciptakan poses yang efektif dan kondusif. Yang berperan dalam hal pencapaian proses tersebut adalah guru atau fasilitator. Guru seharusnya memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai model pembelajaran.
     Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya kita mengenal apa sesungguhnya pengertian media pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa Latin medio atau medius. Dalam bahasa Latin, media dimaknai sebagai antara. Sedangkan dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Nana Sudjana (2001:14), menyatakan bahwa media pengajaran (pembelajaran) adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
     Fungsi media pembelajaran mecakup 2 fungsi utama yaitu: fungsi media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran dan fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar.
     Salah satu bentuk media pembelajaran yang akan memudahkan bagi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar adalah E-Learning (Electronic Learning). Pembelajaran E-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an. Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning.
     Defenisi e-learning merujuk dari buku panduan pembelajaran elektronik (Kemendikbud: 2011) bahwa e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
     Karakteristik e-learning, yaitu:
*      Menafaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa, atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
*      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks).
*      Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat di akses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
*      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer
     Cara peyampaian/pemberian pembelajaran melalui e-learning digolongkan menjadi 2, yaitu:
*      One way communication (komunikasi satu arah)
*      Two way communication (komunikasi dua arah)
     Komunikasi antara guru dan murid sebaiknya menggunakan sistem dua arah. Dalam e-learning, sistem dua arah diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
*      Dilaksanakan melalui cara langsung (synchronous). Artinya pada saat instruktur memberikan pelajaran, murid dapat langsung mendengarkan
*      Dilaksanakan melalui cara tidak langsung (a-synchronous). Misalnya pesan dari instruktur direkam dahulu sebelum digunakan.
     Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, diantaranya adalah:
*      Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
*      Bertambahnya interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interaktivity enhancement).
*      Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
*      Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
     Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang:
*      Manfaat bagi siswa
     Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat dapat berkomunikasi dengan guru atau dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email.
*      Manfaat bagi pengajar
     Dengan adanya kegiatan e-learning manfaat yang diperoleh guru atau dosen antara lain adalah bahwa guru atau dosenatau instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya.
     Selain mempunyai beberapa manfaat, terdapat pula kerugian dari penggunaan e-learning, yaitu:
*      Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar. Kecenderungan mengabaikan aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
*      Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
*      Berubahnya peran mengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
*      Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
*      Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain.
*      Berdampak terhadap kurikulum yang ada.
*      Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
MODEL PEMBELAJARAN ICT MELALUI MEDIA INTERNET
          Seiring dengan perkembangan zaman yang demikian pesat, kehidupan sekarang semakin berkembang. Pelan tapi pasti, perubahan ini pun kian menjadi ketika di kenal sebuah era yang disebut era globalisasi. Komputerisasi dan globalisasi adalah dua hal yang berkolaborasi. Dari situlah dikenal yang namanya internet.
     Pada abad 21 terjadi suatu keadaan yang sering disebut era globalisasi yang ditandai oleh banyaknya perubahan pada semua aspek kehidupan, bukan hanya perubahan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan termasuk bidang pendidikan. Dampak era globalisasi menuntut manusia untuk dapat mempertahankan hidupnya (human survival), artinya manusia harus mampu mengendalikan dan memanfaatkan efek-efek globalisasi dalam kehidupannya. Manusia adalah pencipta globalisasi dan manusia itu pula yang harus dapat mengendalikan, menguasai, memanfaatkan, dan mengembangkan globalisasi untuk kepentingan hidupnya.
     Para siswa sekarang yang sedang menuntut ilmu, pada dasarnya akan menjadi pelaku-pelaku utama pada zaman yang penuh dengan persaingan. Salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa memasuki zaman global tersebut yaitu dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi ke masa depan.
     Ada 3 bentuk sistem pembelajaran melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan menggunakan internet, yaitu:
*      Web Cource
     Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran di mana seluruh kegiatan belajar sepenuhnya disampaikan melakukan internet. Komunikasi melalui web course lebih banyak dilakukan secara ansynchronous daripada secara synchronous. Bentuk web course tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran maupun evaluasi dan ujiaan, karena semua proses pembelajaran sepenuhnya menggunakan fasilitas internet seperti email, chat rooms, bulletin board, dan online conference.
     Selain itu sistem ini juga biasa dilengkapi dengan berbagai sumber belajar (digital), baik yang dikembangkan sendiri maupun dengan menggunakan berbagai sumber belajar dengan jalan membuat hubungan (link) ke berbagai sumber belajar yang sudah tersedia pada internet, seperti data base statistic, berita dan informasi, e-book, perpustakaan elektronik, dll.
     Bentuk pembelajaran model ini biasanya digunakan untuk keperluan pendidikan jarak jauh (distance education/learning). Aplikasi bentuk ini antara lain virtual campus/university ataupun lembaga pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti secara jarak jauh dan setelah lulus ujian akan diberikan sertifikat.
*      Web Centric Course
     Web cenric course adalah sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian kegiatan lain disampaikan secara tatap muka. Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihah dilakukan secara tatap muka, walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasanya berupa tutorial, tetapi prosentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan prosentase proses pembelajaran melalui internet.
     Bentuk ini memberikan makna bahwa kegiatan belajar bergeser, kegiatan di kelas menjadi kegiatan melalui internet sama dengan bentuk web course, siswa dan guru sepenuhnya terpisah tetapi pada waktu-waktu yang telah ditetapkan mereka bertatap muka, baik di sekolah maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti di ruag perpustakaan, taman bacaan, atau pun di balai pertemuan.
     Penerapan bentuk ini sebagaimana yang telah dilakukan pada perguruan tinggi terkemuka yang menggunakan sistem belajar secara of campus.
*      Web Enhanced Course
     Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk pendidikan yang menunjang peningkatan kualitas  kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
     Web enhanced corce merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga di kenal dengan nama web lite couse, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
     Peranan internet disini adalah untuk menyediakan sumber-sumber belajar yang kaya akan informasi dengan cara memberikan alamat-alamat untuk membentuk link ke berbagai sunber belajar yang sesuai dan bisa diakses secara online, untuk meningkatkan kuantitas dan memperluas kesempatan berkomunikasi antara pengajar dan peserta didik secara timbal balik. Dialog atau komunikasi dua arah tersebut dimaksudkan untuk keperluan berdiskusi, berkonsultasi, maupun untuk bekerja secara kelompok.
     Berbeda dengan kedua bentuk sebelumnya, pada bentuk ini prosentase pembelajaran melalui internet justru lebih sedikit dibandingkan dengan prosentase pembelajaran secara tatap muka, karena penggunaan internet adalah hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara tatap muka.
     Sebelum melakukan pengembangan model pembelajaran melalui internet diperlukan pertimbangan dan penilaian atas beberapa hal yang tidak kalah pentingnya antara lain:
*      Keuntungan. Sejauh mana sistem pembelajaran berbasis internet  akan memberikan keuntungan bagi institusi, staf pengajar, pengelola, dan terutama keuntungan yang akan diperoleh siswa dalam meningkatkan kualitas mereka apabila dibandingkan dengan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara konvensional.
*      Biaya yang diperlukan untuk mengembangkan infrastruktur, mengadakan peralatan software tidaklah sedikit.
*      Biaya operasional dan perawatan tentunya tidak sedikit.
*      Diperlukan sejumlah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integrasi yang tinggi.
*      Harus mengetahui sebagaimana kesiapan siswa dalam mengikui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan internet yang akan diselenggarakan.
     Sistem pembelajaran melalui internet dikembangkan melalui 3 cara pengembangan, yaitu:
*      Menggunakan sepenuhnya fasilitas internet yang telah ada, seperti e-mail, IRC (Internet Relay Chat), word wide web, searc engine, millis (milling list), dan FTP (File Transfer Protocol).
*      Menggunakan software pengembangan program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-course tools, yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis atau bisa juga dengan membelinya. Ada beberapa vendor yang mengembangkan web course tolls seperti WebCT, web fuse, topclass, dll.
*      Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made), dengan menggunakan bahasa pemprograman seperti ASP (Active Server Pages), dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar