PENGENALAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI ICT
ICT (Information and Communication
Technology) atau dalam bahasa Indonesia disebut TIK (Teknologi Infomasi dan
Komunikasi) bukan lagi hal yang asing di pendengaran kita. TIK adalah payung
besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan
menyampaikan informasi. Berbicara mengenai TIK yang terlintas dalam pemikiran
kita salah satunya adalah komputer. Komputer adalah alat elektronik otomatis yang
dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diinstruksikan
dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia
(film, musik, televisi, faksimile, dsb), biasanya terdiri dari unit pemasukan,
unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrol. Komputer memang berkaitan erat dengan
TIK.
Komputer sebagai
peralatan TIK memiliki beberapa fungsi
yaitu sebagai media :
MODEL PEMBELAJARAN ICT
MELALUI MEDIA ELEKTRONIK
Model pembelajaran mempunyai peranan
penting dalam keberlangsungan belajar mengajar guna untuk menciptakan poses
yang efektif dan kondusif. Yang berperan dalam hal pencapaian proses tersebut
adalah guru atau fasilitator. Guru seharusnya memiliki pengetahuan dan
keterampilan mengenai model pembelajaran.
Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya
kita mengenal apa sesungguhnya pengertian media pembelajaran. Kata media
berasal dari bahasa Latin medio atau medius. Dalam bahasa Latin, media dimaknai
sebagai antara. Sedangkan dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Nana Sudjana (2001:14),
menyatakan bahwa media pengajaran (pembelajaran) adalah bahan, alat, atau
teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses
interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara
tepat guna dan berdaya guna.
Fungsi media pembelajaran mecakup 2 fungsi
utama yaitu: fungsi media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran
dan fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar.
Salah satu bentuk media pembelajaran yang
akan memudahkan bagi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar adalah
E-Learning (Electronic Learning). Pembelajaran E-Learning telah dimulai pada
tahun 1970-an. Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan
tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning,
internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning.
Defenisi e-learning merujuk dari buku
panduan pembelajaran elektronik (Kemendikbud: 2011) bahwa e-learning sebagai
sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik
(LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
Karakteristik e-learning, yaitu:
Cara
peyampaian/pemberian pembelajaran melalui e-learning digolongkan menjadi 2, yaitu:
Komunikasi antara guru dan murid sebaiknya menggunakan sistem dua arah.
Dalam e-learning, sistem dua arah diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
Ada
beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, diantaranya adalah:
Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang:
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan
berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat
dapat berkomunikasi dengan guru atau dosen setiap saat, misalnya melalui
chatting dan email.
Dengan adanya kegiatan e-learning manfaat
yang diperoleh guru atau dosen antara lain adalah bahwa guru atau dosenatau
instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model
pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga
dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya.
Selain
mempunyai beberapa manfaat, terdapat pula kerugian dari penggunaan e-learning,
yaitu:
MODEL
PEMBELAJARAN ICT MELALUI MEDIA INTERNET
Seiring
dengan perkembangan zaman yang demikian pesat, kehidupan sekarang semakin
berkembang. Pelan tapi pasti, perubahan ini pun kian menjadi ketika di kenal
sebuah era yang disebut era globalisasi. Komputerisasi dan globalisasi adalah
dua hal yang berkolaborasi. Dari situlah dikenal yang namanya internet.
Pada abad 21 terjadi suatu keadaan yang
sering disebut era globalisasi yang ditandai oleh banyaknya perubahan pada
semua aspek kehidupan, bukan hanya perubahan pada bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi, tetapi juga dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan
termasuk bidang pendidikan. Dampak era globalisasi menuntut manusia untuk dapat
mempertahankan hidupnya (human survival), artinya manusia harus mampu
mengendalikan dan memanfaatkan efek-efek globalisasi dalam kehidupannya.
Manusia adalah pencipta globalisasi dan manusia itu pula yang harus dapat
mengendalikan, menguasai, memanfaatkan, dan mengembangkan globalisasi untuk
kepentingan hidupnya.
Para siswa sekarang yang sedang menuntut
ilmu, pada dasarnya akan menjadi pelaku-pelaku utama pada zaman yang penuh
dengan persaingan. Salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa memasuki zaman
global tersebut yaitu dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran
yang berorientasi ke masa depan.
Ada 3 bentuk sistem pembelajaran melalui
internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem
pembelajaran dengan menggunakan internet, yaitu:
Web course adalah penggunaan internet
untuk keperluan pembelajaran di mana seluruh kegiatan belajar sepenuhnya
disampaikan melakukan internet. Komunikasi melalui web course lebih banyak
dilakukan secara ansynchronous daripada secara synchronous. Bentuk web course
tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran
maupun evaluasi dan ujiaan, karena semua proses pembelajaran sepenuhnya
menggunakan fasilitas internet seperti email, chat rooms, bulletin board, dan online
conference.
Selain itu sistem ini juga biasa
dilengkapi dengan berbagai sumber belajar (digital), baik yang dikembangkan
sendiri maupun dengan menggunakan berbagai sumber belajar dengan jalan membuat
hubungan (link) ke berbagai sumber belajar yang sudah tersedia pada internet,
seperti data base statistic, berita dan informasi, e-book, perpustakaan
elektronik, dll.
Bentuk pembelajaran model ini biasanya
digunakan untuk keperluan pendidikan jarak jauh (distance education/learning).
Aplikasi bentuk ini antara lain virtual campus/university ataupun lembaga
pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti secara
jarak jauh dan setelah lulus ujian akan diberikan sertifikat.
Web cenric course adalah sebagian bahan
belajar, diskusi, konsultasi, dan latihan disampaikan melalui internet,
sedangkan ujian dan sebagian kegiatan lain disampaikan secara tatap muka.
Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan disampaikan
melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihah
dilakukan secara tatap muka, walaupun dalam proses belajarnya sebagian
dilakukan dengan tatap muka yang biasanya berupa tutorial, tetapi prosentase
tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan prosentase proses pembelajaran
melalui internet.
Bentuk ini memberikan makna bahwa kegiatan
belajar bergeser, kegiatan di kelas menjadi kegiatan melalui internet sama
dengan bentuk web course, siswa dan guru sepenuhnya terpisah tetapi pada
waktu-waktu yang telah ditetapkan mereka bertatap muka, baik di sekolah maupun
di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti di ruag perpustakaan, taman
bacaan, atau pun di balai pertemuan.
Penerapan bentuk ini sebagaimana yang
telah dilakukan pada perguruan tinggi terkemuka yang menggunakan sistem belajar
secara of campus.
Web enhanced course adalah pemanfaatan
internet untuk pendidikan yang menunjang peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka
di kelas.
Web
enhanced corce merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang
peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga di kenal dengan
nama web lite couse, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di
kelas.
Peranan internet disini adalah untuk
menyediakan sumber-sumber belajar yang kaya akan informasi dengan cara
memberikan alamat-alamat untuk membentuk link ke berbagai sunber belajar yang
sesuai dan bisa diakses secara online, untuk meningkatkan kuantitas dan
memperluas kesempatan berkomunikasi antara pengajar dan peserta didik secara
timbal balik. Dialog atau komunikasi dua arah tersebut dimaksudkan untuk
keperluan berdiskusi, berkonsultasi, maupun untuk bekerja secara kelompok.
Berbeda dengan kedua bentuk sebelumnya,
pada bentuk ini prosentase pembelajaran melalui internet justru lebih sedikit
dibandingkan dengan prosentase pembelajaran secara tatap muka, karena
penggunaan internet adalah hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara
tatap muka.
Sebelum melakukan pengembangan model pembelajaran melalui internet
diperlukan pertimbangan dan penilaian atas beberapa hal yang tidak kalah
pentingnya antara lain:
Sistem pembelajaran melalui internet
dikembangkan melalui 3 cara pengembangan, yaitu:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar